Nanang Martono

learning, sharing …

Buku

300229_2296084679216_1190036040_n

PENDIDIKAN BUKAN TANPA MASALAH: Mengurai Problematika Pendidikan dari Perspektif Sosiologi
Gava Media Yogyakarta, 2010
——————————————-
Pendidikan adalah kunci kemajuan suatu bangsa dan mejadi isu yang selalu menarik untuk dikaji. Pendidikan nasional tak henti-hentinya menuai banyak permasalahan. Ada apa dengan pendidikan kita? Berangkat dari perspektif sosiologis buku ini mengupas berbagai masalah pendidikan di Indonesia. Dengan pembahasan yang ringan, buku ini memberikan sebuah alternatif solusi atas kebijakan pendidikan (yang sebenarnya) bermasalah:

Bab 1   Mengenal Sosiologi Pendidikan
Bab 2   Perspektif Sosiologi tentang Pendidikan
Bab 3   Ideologi Pendidikan
Bab 4   Pemikiran Kritis tentang Pendidikan
Bab 5   Ujian Nasional: Indikator Kualitas Semu
Bab 6   Ketidaksetaraan Gender dalam Pendidikan
Bab 7   Sekolah Gratis: Meritocracy atau Inequality
Bab 8   Mewujudkan SBI Berbasis Potensi Lokal
Bab 9   Pendidikan dan Pekerjaan: Reorientasi Tujuan Pendidikan
Bab 10 Reformulasi Pendidikan Nilai di Sekolah
Bab 11 “Mimpi adalah Kunci”: Kritik Sosial dalam Film“Laskar Pelangi”

Didedikasikan bagi pemerhati pendidikan, pelajar, mahasiswa, guru, dosen, bahkan para penentu kebijakan pendidikan, buku ini sangat layak dibaca.

 27173_1286053829076_2623685_n

STATISTIK SOSIAL: Teori dan Aplikasi Program SPSS
Gava Media Yogyakarya, 2010
——————————————-
Statistik bukanlah monopoli ilmu eksakta (IPA), namun ilmu sosialpun sudah menggunakan statistik sebagai alat bantu untuk menganalisis fenomena sosial. Tidak ada ilmu yang tidak menggunakan Statistik, Sosiologi, Ilmu Ekonomi, Akuntansi, Ilmu Komunikasi, IImu Hukum, Ilmu Politik, Peternakan, Pertanian, Biologi, Kedokteran, semuanya menggunakan Statistik.

Buku ini memberikan panduan praktis bagi pembaca pemula yang sedang belajar Statistik, baik kalangan mahasiswa, guru, dosen, peneliti, analis, serta masyarakat umum. Buku ini terdiri atas 6 bagian:

Pendahuluan. Pada bagian ini dibahas mengenai konsep-konsep dasar dalam statistik seperti: apa itu statistik?, manfaat belajar statistik, pengertian data, variabel, skala pengukuran, hipotesis, beberapa ukuran perbandingan dan sebagainya.

Statistik Deskriptif (Tabel Distribusi Frekuensi, beberapa ukuran dalam Statistik, seperti: ukuran pemusatan, penempatan dan penyebaran atau dispersi).

Uji Komparatif 2 Sampel (Chi Kuadrat , Wilcoxon Matched Pairs Test, Mann Whitney U Test dan T Test).

Uji Komparatif k Sampel (Chi Kuadrat k Sampel, Friedman Two Way Anova, Kruskall Walls One Way Anova dan One Way Anova).

Uji Asosiatif (Coeficient Contingency, Korelasi Rank Spearman, Korelasi Tau Kendall dan Korelasi Product Moment).

Regresi Linier. (Regresi Linier Sederhana dan Regresi Linier Berganda dengan 2 Variabel Bebas).

Setiap bab berisi uraian materi, contoh soal yang diselesaikan secara manual dan menggunakan program SPSS 17 serta beberapa contoh soal latihan.

577551_10200470722228223_188327016_n

METODE PENELITIAN KUANTITATIF: Analisis Isi dan Analisis Data Sekunder
Rajawali Pers Jakarta, 2010
——————————————-
Melakukan penelitian tidak harus turun ke lapangan dengan mengunjungi lokasi penelitian tertentu. Penelitian lapangan, hampir selalu membutuhkan biaya yang tidak sedikit, apalagi ketika kita menggunakan metode penelitian kuantitatif. Kita harus menggandakan kuesioner serta biaya akomodasi yang tidak sedikit, terlebih lagi bila responden sangat banyak.

Buku ini memberikan sebuah alternatif bagi mahasiswa yang tertarik untuk mendalami metode penelitian kuantitatif. Banyak mahasiswa yang berangapan bahwa metode penelitian kuantitatif sulit dilakukan. Banyak mahasiswa yang menganggap bahwa metode kuantitatif lebih sulit karena harus menggunakan statistik, lebih mahal karena harus menggandakan kuesioner atau angket dan lebih lama karena respondennya yang sangat banyak. Anggapan ini hanyalah mitos belaka.

Analisis isi (AI) dan analisis data sekunder (ADS) adalah sebuah solusi untuk menjawab “ketakutan” akan metode kuantitatif. Dengan menggunakan metode analisis isi atau analisis data sekunder, mahasiswa akan terbebas dari masalah waktu penelitian yang lama atau biaya penelitian yang relatif mahal. AI dan ADS adalah metode penelitian yang relatif lebih mudah karena tidak menggunakan “manusia” sebagai objek penelitiannya. AI dan ADS, menggunakan objek yang “tidak hidup”, dengan memanfaatkan sumber data yang sudah ada dan kita tinggal mengolah data tersebut. Kita dapat memanfaatkan majalah, koran, acara TV, buku-buku, syair lagu, cerita film sebagai objek penelitian. Objek-objek tersebut relatif mudah diperoleh, tidak ribet, berbeda dengan objek yang berbentuk manusia yang selalu berpindah tempat dan cepat berubah. Untuk itu, metode AI dan ADS dapat menjadi alternatif bagi mahasiswa dalam melakukan penelitian.

Buku ini memberikan panduan singkat mengenai apa itu analisis isi serta analisis data sekunder? Bagaimana melakukannya? Disertai dengan contoh penelitian yang relevan.
—————–

Buku ajar ini memuat informasi tentang metode, prosedur dan teknik yang dapat diterapkan dalam penelitian kuantitatif. Penyajian bagan alir dan contoh-contoh dalam buku ini membantu untuk menjelaskan konsep yang rumit agar menjadi lebih mudah dimengerti oleh mahasiswa sebagai peneliti pemula.

Prof. Edy Yuwono (Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto)

Kehadiran buku ini berhasil memperkenalkan kembali analisis muatan sebagai metode pengumpulan data atau pengukuran variabel, yang tidak hanya penting sejalan keberaksaraan masyarakat, tetapi juga membantu meragamkan sumber data sekaligus temuan penelitian yang penting, yang dapat dijangkau dengan cara lebih efisien.

Prof. Mudjia Rahardjo (UIN Maulana Malik Ibrahim Malang)

 999192_10201828269446055_327914921_n

SOSIOLOGI PERUBAHAN SOSIAL: Perspektif Klasik, Modern, Posmodern, dan Poskolonial (Edisi Revisi)
Rajawali Pers, Jakarta, 2014
——————————————-

Tidak ada masyarakat yang berhenti untuk berubah. Hal inilah yang menyebabkan berbagai studi atau kajian mengenai masalah perubahan sosial selalu berkembang dan diperbarui. Hampir semua kajian dalam studi sosiologi selalu terkait dengan masalah perubahan sosial ini. Perubahan sosial merupakan sebuah isu yang tidak akan pernah selesai untuk diperdebatkan. Perubahan sosial menyangkut kajian dalam ilmu sosial yang meliputi tiga dimensi waktu yang berbeda, dulu (past), sekarang (present) dan masa depan (future). Untuk itulah, masalah sosial yang terkait dengan isu perubahan sosial merupakan masalah yang sulit untuk diatasi dan diantisipasi.

Pembahasan mengenai isu perubahan sosial ini meliputi masalah proses, bentuk-bentuk perubahan sosial, dan yang paling penting adalah masalah dampak atau konsekuensi perubahan sosial bagi individu atau masyarakat, serta dunia. Buku ini membahas mengenai berbagai hal terkait dengan isu atau permasalahan seputar perubahan sosial yang terjadi di masyarakat. Pembahasan meliputi batasan, bentuk, faktor-faktor penyebab, serta dampak perubahan sosial. Buku ini juga membahas beberapa teori sosiologi mengenai perubahan sosial yang telah berkembang: teori klasik, modern, posmodern serta teori poskolonial yang merupakan teori dalam sosiologi yang belum lama berkembang yang mencoba mendobrak mitos-mitos yang berkembang seputar dunia Timur.

Masalah modernisasi dan globalisasi juga menjadi isu penting yang dibahas dalam buku ini. Di samping itu, juga ada bahasan lain terkait lembaga-lembaga sosial yang turut terlibat dan mempercepat perubahan sosial, di antaranya keluarga, pendidikan, agama, sistem politik, gerakan sosial, dan teknologi, serta beberapa strategi dalam mewujudkan perubahan sosial.

Buku ini ditujukan bagi mahasiswa yang berminat dalam masalah perubahan sosial. Juga bagi praktisi serta masyarakat umum yang concern dengan masalah pemberdayaan masyarakat juga layak membaca buku ini, karena di dalamnya juga membahas mengenai pemberdayaan masyarakat sebagai sebuah bentuk strategi perubahan.
———————-

 Buku ini mengantarkan mahasiswa ke dalam pemikiran-pemikiran para tokoh sosiologi mengenai perubahan sosial. Setelah menyajikan ulasan mengenai berbagai konsep dasar penulis membawa pembaca ke berbagai kategori perubahan sosial, penjelasan terhadap perubahan sosial, serta faktor-faktor sosial yang terkait dengannya.

Kamanto Sunarto (Universitas Indonesia)

 These theoretical reflections allow Mr. Martono to explore the implications of social change for the variety of worlds in which contemporary people exist. Theories of modernisation and dependence in the Third World are seen in relation to contemporary debates on the post-colonial situation. Theories of industrialism and technical change are seen in relation to the trends of globalisation in the contemporary world, and the consequences of these changes are traced through developments in the family, education, and religion. Particular attention, as might be expected, is given to the dynamic of the Indonesian system.

John Scott (Plymouth University)

539124_4097547434659_1191147302_n

KEKERASAN SIMBOLIK DI SEKOLAH: Sebuah Ide Sosiologi Pendidikan Pierre Bourdieu
Rajawali Pers Jakarta, 2012
——————————————-

Buku ini menggambarkan berbagai bentuk kekerasan simbolik yang terjadi di sekolah. Bourdieu, seorang sosiolog Prancis meyakini bahwa sekolah merupakan tempat yang paling tepat untuk menyuburkan terjadinya praktik-praktik kekerasan simbolik ini. Kekerasan simbolik bukanlah kekerasan fisik maupun psikologis. Bila kedua bentuk kekerasan ini wujudnya dapat dengan mudah dikenali, maka kekerasan simbolik sangat sulit dikenali. Namun, kekerasan ini akan terjadi setiap saat, tanpa disadari. Keberadaan kekerasan ini bahkan sering kali dianggap sebagai gejala yang sangat wajar, sehingga sebagian besar orang akan menerima begitu saja, mereka seolah-olah bersedia menempatkan diri mereka sebagai korban kekerasan simbolik dengan lapang dada, mereka rela menjadi objek dan korban kekerasan.

Buku ini menjelaskan mengenai apa itu kekerasan simbolik, mengapa kekerasan simbolik dapat dilakukan dengan mudah di sekolah, dan bagaimana mekanisme terjadinya kekerasan simbolik di sekolah. Selain itu, buku ini juga mengupas strategi kelompok kapitalis dalam melebarkan sayap kekuasaannya di sekolah melalui mekanisme kekerasan ini. Buku ini direkomendasikan bagi mahasiswa, guru, atau pengajar yang lain, serta pemerhati masalah pendidikan.
——————————————–

Ini adalah buku pertama di Indonesia yang membahas tentang masalah kekerasan simbolik dalam dunia pendidikan. Kekerasan simbolik terjadi setiap saat, dan dapat terjadi di mana pun, tetapi perhatian utama di sini adalah pada proses pendidikan dan sekolah-sekolah di Indonesia, menunjukkan bagaimana mekanisme kekerasan simbolik bekerja. Saya senang melihat terbitnya buku yang membawa tradisi ini ke garis terdepan sosiologi Indonesia dan dunia pendidikan.

Ken Plummer (University of Essex, Inggris)

Bagi kebanyakan orang, kekerasan simbolik merupakan hal baru. Kebanyakan dari kita akrab dengan istilah kekerasan (fisik). Ketika mendengar kekerasan, yang terbayang adalah adanya penggunaan paksaan untuk mewujudkan niat seseorang atau sekelompok orang. Misalnya, Kekerasan Domestik pada Rumah Tangga, kekerasan yang dilakukan dengan dalih membela keyakinan dan berbagai bentuk street vigilante lain. Juga, terbayang tawuran warga atau tawuran antarsekolah. Semuanya menggambarkan pelanggaran Hak Azasi Manusia. Tidak mengherankan ketika mendengar “kekerasan simbolik”, orang serta merta melakukan penolakan.

Hanneman Samuel (Universitas Indonesia)

DLITS-2

DUNIA LEBIH INDAH TANPA SEKOLAH

Pengantar: Doni Koesoema A / Daniel M Rosyid
Penerbit: Mitra Wacana Media, Bogor (2014)
——————————————-

Pendidikan adalah kunci kemajuan bangsa dan selalu menjadi isu yang menarik untuk dikaji. Dalam perjalanannya, pendidikan di Tanah Air selalu menuai masalah dan mengundang banyak kontroversi. Apa yang terjadi dengan sistem pendidikan kita?
Atas dasar itu, buku ini lahir untuk menguraikan berbagai masalah yang berhubungan dengan praktik persekolahan di Tanah Air. Seringkali problem tersebut tidak disadari masyarakat umum, sehingga mereka menganggapnya sebagai hal yang wajar. Masyarakat pun ‘rela’ ditindas. Akibatnya, penindasan tersebut berlangsung terus menerus tanpa ada yang menghentikannya. Pendidikan seharusnnya menjadi alat untuk membebaskan manusia dari segala bentuk penindasan.
Namun, dalam kenyataannya, sekolah justru menjadi penindas yang menggunakan bebagai cara dan strategi. Parahnya, penindasan tersebut dianggap sebagai hal yang wajar dan semestinya, dan tidak pernah disadari. Sekolah tak ubahnya seperti sebuah penjara. Banyak anak yang merasa ‘terpaksa’ berada di sekolah untuk waktu yang lama. Kita harus segera menghentikan segala praktik penindasan di sekolah, dan menjadikan sekolah sebagai tempat yang paling menyenangkan di dunia.
———————————
“… tulisan Nanang mengajak kita membuka wawasan dan cakrawala, serta memancing kita untuk ikut arus, terlibat dalam penggalian mendalam tentang persoalan pendidikan, yang selama ini ‘diandaikan’ begitu saja. Apa yang selama ini oleh kebanyakan orang dianggap benar, wajar, dan sudah sewajarnya, dalam tulisan ini digali lebih dalam, ditinjau persoalan problematisnya, serta dengan kemampuan antisipatifnya, ia mengajukan pemecahan kreatif bagi berbagai macam persoalan yang ada …”
(Doni Koesoema A)
“… kita mungkin tidak menyadari bahwa sekolah akhir-akhir ini boleh jadi telah berubah menjadi kawasan yang paling berbahaya bagi anak. Sekolah bisa lebih merusak daripada mall. Banyak anak dipaksa ke sekolah, sedangkan ke mall adalah sebuah kegembiraan bagi mereka. Umum beranggapan sekolah pasti adalah tempat terbaik setelah keluarga di rumah. Kenyataannya ternyata tidak selalu demikian. …”
(Daniel Mohammad Rosyid)

sosiologi pendidikan michel foucault

SOSIOLOGI PENDIDIKAN MICHEL FOUCAULT: Pengetahuan, Kekuasaan, Disiplin, Hukuman, dan Seksualitas
Penerbit: Rajawali Pers, Jakarta (2014)
——————————————-
Michel Foucault adalah seorang sosiolog dari Prancis yang lebih dikenal sebagai filsuf, sejarawan, dan psikolog. Ia dikenal karena pemikirannya mengenai pengetahuan, kekuasaan, disiplin, hukuman, dan seksualitas
Nama Foucault jarang sekali muncul dalam buku-buku sosiologi pendidikan. Padahal, konsep, metode, dan argumentasi Foucault mengajak kita untuk melihat ke belakang dan ke depan mengenai formulasi kebijakan pragmatis dan kritik teoretis yang abstrak, untuk menyelidiki fungsi dan akibat hubungan kekuasaan, bentuk-bentuk pengetahuan, dan cara berhubungan secara etis antara satu orang dengan yang lain dalam praktik pendidikan.
Buku ini menjelaskan konsep-konsep dasar pemikiran Foucault, yang kemudian ditarik dalam pembahasan isu-isu sosiologi pendidikan. Tidak hanya itu saja, di pembahasan penulis juga mencoba memaparkan mengenai bagaimana pemikiran Foucault ini mewarnai praktik-praktik pendidikan di Tanah Air.
Cover MPS acc penulis-depan

METODE PENELITIAN SOSIAL: Konsep-konsep Kunci
Penerbit: Rajawali Pers, Jakarta (2015)

———————————————

Sebelum melakukan penelitian, setiap peneliti harus memahami konsep-konsep yang berkaitan dengan metode penelitian. Konsep tersebut harus dipahami dengan baik agar kita tidak salah menempatkan serta menggunakan sebuah konsep dalam proses penelitian.

Buku ini menjelaskan lebih dari 250 konsep dalam metode penelitian sosial, termasuk di dalamnya adalah konsep-konsep dalam statistik. Selain dijelaskan secara definitif, setiap konsep dalam buku ini juga diuraikan secara lebih mendalam dengan menjelaskan berbagai isu atau permasalahan utama dalam praktik penelitian berkaitan dengan konsep yang dijelaskan. Di setiap akhir uraian, dijelaskan beberapa konsep yang berhubungan dengan konsep yang dibahas.

Buku ini layak dibaca mahasiswa, tenaga pendidik, atau dan siapa saja yang tertarik mempelajari metode penelitian sosial.

————————

Untuk mempelajari konsep-konsep dalam metode penelitian sosial, mahasiswa perlu melihat konteks yang berada di sekitarnya serta menghubungkan dengan konsep-konsep tersebut. Karena itu, posisi buku karya Martono ini menjadi sangat penting. Buku ini tidak hanya menyajikan setiap konsep yang terisolasi, namun buku ini juga menyoroti hubungan antaride. Strategi ini membuat mahasiswa lebih mudah mempelajari ide-ide, dan menunjukkan kepada mereka mengapa mereka harus kembali ke konsep tertentu selama beberapa kali jika mereka ingin mempelajarinya secara mendalam.

William L. Neuman
Profesor Sosiologi University of Wisconsin – Whitewater