Nanang Martono

learning, sharing …

Studi Poskolonial dan Perubahan Sosial

April 17th, 2012 by Nanang Martono

Beberapa pemikiran dalam studi poskolonial menunjukkan beberapa hal berkaitan dengan masalah proses serta dampak penjajahan (kolonisasi). Dunia Timur telah mengalami serangkaian permasalahan setelah mengalami penjajahan yang sebagian besar dilakukan oleh Barat. Permasalahan tersebut bukan saja masalah kerugian secara fisik, melainkan juga masalah budaya, nilai-nilai sosial, serta identitas yang telah berubah akibat penetrasi unsur-unsur budaya bangsa penjajah. Setiap penjajahan pasti membawa dampak fisik, sosial serta psikologis.

Said menjelaskan bahwa dampak kolonisasi telah menyebabkan negara terjajah (Timur) seolah tidak berdaya menghadapi dominasi Barat dalam berbagai bentuk. Barat telah menciptakan serangkaian stereotip negatif mengenai Timur. Timut dipaksa membaca teks-teks Barat yang sangat bias dengan kepentingan Barat. Timur juga dipaksa menerima ilmu pengetahuan dari Barat, sementara hal ini tidak terjadi sebaliknya, teks-teks Timur hampir tidak pernah disentuh dan tidak berkembang di Barat.

Spivak menguraikan mengenai penderitaan Timur dan kelompok-kelompok subaltern lainnya yang terjajah dan berada dalam kondisi yang tidak menguntungkan. Kelompok minoritas, kaum perempuan yang dikuasai laki-laki, semuanya mengalami penderitaan. Sama halnya dengan Said, Spivak juga mengamini bahwa bangsa Timur berada dalam serangkaian kondisi yang tidak menguntungkan, tertindas, terjajah.

Fanon, tertarik untuk mendalami masalah kolonisasi yang dialami kaum kulit hitam oleh kulit putih. Akibat penjajahan ini, kelompok kulit hitam harus kehilangan identitasnya sebagai sebuah bangsa. Hak-hak mereka seolah dibatasi oleh dominasi kelompok kulit putih. Kelompok kulit hitam harus mengalami penderitaan secara psikologis, mereka merasa diri mereka adalah inferior dan tidak mampu untuk berkembang.

Bhabha menyoroti masalah identifikasi kelompok terjajah dengan kelompok penjajah. Akibat kolonisasi, bangsa terjajah seolah mengalami proses mimikri, mereka meniru budaya-budaya yang telah dibawa dan ditularkan bangsa penjajah, akibatnya budaya mereka mengalami hibridasi, budaya asli akan hilang secara perlahan akibat percampuran budaya mereka dengan budaya penjajah.

Jelas di sini bahwa studi poskolonial banyak melihat dampak penjajahan dari kaca mata kelompok terjajah. Memang, penjajahan sampai saat ini belum berakhir. Penjajahan secara fisik memang dapat dikatakan telah berakhir, namun di era sekarang, penjajahan telah berubah bentuk, penjajahan telah dilakukan melalui mekanisme kekerasan secara simbolik. Penjajahan melalui media, teknologi, literatur atau teks, ideologi. Semua bentuk penjajahan ini masih terjadi sampai saat ini, dan kita sebagai orang Timur belum tahu kapan penjajahan ini akan berakhir, atau dapatkah kita mengakhiri penjajahan ini?

untuk bacaan lebih lengkap, silakan baca: 

Nanang Martono. 2011. Sosiologi Perubahan Sosial: Perspektif Klasik, Modern, Posmodern, dan Poskolonial. Jakarta: Rajawali Pers.

Posted in Ragam