Nanang Martono

Sharing and learning together….

Penelitian Tindakan Kelas

June 17th, 2010 by Nanang Martono

PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN DAN PENERAPAN METODE DRILL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL-SOAL STATISTIK DALAM MATA KULIAH PENGANTAR STATISTIK SOSIAL

Nanang Martono, Edy Suyanto, Muslihudin

Abstrak: Salah satu permasalahan yang sering dihadapi dosen dalam proses pembelajaran Statistik adalah rendahnya kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan soal-soal statistik, terutama bagi mahasiswa dari jurusan ilmu sosial. Hal ini disebabkan mahasiswa tidak menguasai konsep-konsep dasar dalam statistik dengan baik. Artikel ini ditulis berdasarkan PTK yang dilakukan di Jurusan Sosiologi FISIP Unsoed. PTK ini berupaya memberikan solusi untuk mengatasi permasalahan rendahnya kemampuan mahasiswa dalam menguasai konsep-konsep dasar Statistik sehingga kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan soal-soal statistik juga rendah. Metode yang digunakan dalam mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan memanfaatkan diktat yang didukung dengan metode drill. Kedua metode tersebut digunakan secara terintegrasi dalam proses pembelajaran di kelas. Hasil implementasi PTK menunjukkan bahwa secara umum PTK ini berhasil meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mengerjakan soal latihan Statistik Sosial. Keberhasilan ini juga ditunjukkan dengan peningkatan jumlah mahasiswa yang memperoleh nilai A (48,3 persen) dan nilai B (32,6 persen) dan 19 persen memperoleh nilai C, D dan E. Jumlah mahasiswa yang aktif selama proses pembelajaran juga mengalami peningkatan sebesar 20 persen.

Kata kunci: PTK, statistik sosial, media pembelajaran, diktat, metode drill.

Abstract: One of the problems often faced by lecturers in the learning process is the low statistics students’ ability in solving problems of statistics, especially for students majoring in social sciences. This is due to students not mastering the basic concepts in statistics properly. This article is based Classroom Action Research (CAR) performed in the Department of Social Politics and Sociology General Soedirman University. The CAR seeks to provide solutions to overcome problems of low ability students in mastering the basic concepts of statistics so that students’ ability in solving problems of statistics is also low. The method used to overcome these problems is to utilize the dictates of which is supported by drill method. Both methods are used in an integrated manner in the process of learning in the classroom. TOD implementation results show that in general this PTK succeeded in improving students’ ability in doing practice questions for Social Statistics. This success is also shown by the increasing number of students who obtained straight A’s (48.3 percent) and B (32.6 percent) and 19 percent obtained a value of C, D and E. Number of students who are active during the learning process also increased by 20 percent.
Keywords: PTK, social statistics, media, education and training, drill method.

PENDAHULUAN

Penelitian merupakan satu keahlian yang harus dimiliki seorang mahasiwa, karena melalui kegiatan penelitian, mahasiswa belajar untuk berpikir secara logis, sistematis, obyektif dan kritis. Salah satu modal dasar dalam melakukan penelitian adalah kemampuan menganalisis data kuantitatif, terutama menggunakan statistik. Statistik digunakan untuk membatasi cara-cara ilmiah untuk mengumpulkan, menyusun, meringkas dan menyajikan data penyelidikan. Lebih lanjut, statistik merupakan cara untuk mengolah data serta menarik kesimpulan yang diteliti dan keputusan-keputusan yang logis dari pengolahan data tersebut (Hadi, 2004: 1). Pada era sekarang hampir tidak ada bidang yang tidak menggunakan statistik.

Mata kuliah Pengantar Statistik Sosial merupakan mata kuliah dasar bagi mahasiswa Jurusan Sosiologi yang memberikan bekal bagi mahasiswa agar dapat mengolah dan menganalisis data kuantitatif dalam proses penelitian. Mata kuliah ini diberikan kepada mahasiswa semester I sebagai mata kuliah wajib serta menjadi prasyarat bagi mahasiswa yang akan menempuh mata kuliah Metode Penelitian Sosial (MPS) dan Metode Penelitian Kuantitatif (MPKn). Kompetensi umum mata kuliah ini adalah mahasiswa diharapkan akan dapat menjelaskan konsep dasar statistik sosial serta dapat menggunakan beberapa alat uji statistik dalam menyelesaikan contoh kasus sederhana yang diberikan.

Mata kuliah ini memiliki karakter yang “berbeda” bila dibandingkan dengan mata kuliah lain di Jurusan Sosiologi. Perbedaannya adalah mata kuliah ini menyaratkan mahasiswa memiliki kemampuan berhitung melalui kegiatan praktis. Adanya karakter yang berbeda inilah, kemudian diperlukan suatu metode pembelajaran yang lebih banyak menuntut latihan bagi mahasiswa. Akan tetapi, dalam praktiknya, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk memiliki keterampilan berhitung semata, melainkan mahasiswa juga dituntut untuk menguasai konsep-konsep dasar dalam statistik.

Permasalahan mendasar yang dihadapi Peneliti dalam proses pembelajaran mata kuliah ini adalah mahasiswa mempunyai kemampuan mengerjakan soal-soal statistik yang rendah. Dampak rendahnya kemampuan mahasiswa ini adalah nilai akhir mahasiswa masih terpusat di nilai B (sebanyak 69,77 persen), sedangkan persentase mahasiswa yang memperoleh nilai A hanya 23,25 persen saja, sisanya memperoleh nilai C, D dan E. Selain itu, partisipasi mahasiswa selama proses pembelajaran juga cukup rendah.

Hasil analisis tim teaching berdasarkan temuan tersebut adalah bahwa rendahnya kemampuan mahasiswa tersebut lebih disebabkan mahasiswa kesulitan dalam memahami konsep-konsep dasar dalam statistik.. Hasil wawancara dengan mahasiswa di jurusan yang sama menyebutkan, mahasiswa merasa bahwa buku-buku statistik sosial yang direkomendasikan menjadi bahan ajar pokok, menurut mereka banyak menggunakan bahasa yang sulit dipahami oleh mahasiswa, terutama mahasiswa semester II. Buku-buku tersebut banyak menggunakan notasi atau simbol matematika, sehingga menyulitkan mahasiswa ilmu sosial yang memang kurang familiar dengan notasi tersebut. Untuk itu, melalui PTK ini tim teaching mengembangkan bahan ajar yang berupa diktat yang nantinya akan dipadukan dengan metode drill. Metode drill digunakan dalam proses pembelajaran sebagai metode pendukung penggunaan diktat mata kuliah.

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini berangkat dari permasalahan tersebut dengan mengambil permasalahan mendasar yaitu pertama, apakah pemanfaatan diktat dapat meningkatkan pemahaman mahasiwa mengenai konsep-konsep dasar dalam statistik? Kedua, bagaimanakah metode drill (latihan) dapat membantu mahasiswa  untuk menyelesaikan soal-soal statistik dengan benar?

PTK ini bertujuan untuk: pertama, meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai konsep-konsep dasar dalam statistik. Kedua, untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan soal-soal statistik dan ketiga untuk mempermudah dosen dalam menyampaikan materi di kelas melalui pemanfaatan media pembelajaran.

KAJIAN LITERATUR

Metode Drill dalam Perspektif Teori Belajar Behavioristik

Penerapan metode driil dalam PTK ini didasarkan pada teori Belajar Behavioristik. Teori ini dikembangkan oleh Ivan P. Pavlov dan Edward Lee Thorndike yang kemudian teori yang dikemukakan kedua tokoh tersebut disimpulkan oleh Waston.

Teori belajar yang dikembangkan oleh Pavlov, dikenal dengan  teori “Conditional Reflexes” atau reflek terkondisi. Teori didasarkan pada reaksi sistem tak terkondisi dalam diri seseorang, refleks emosional yang dikontrol oleh sistem urat syaraf otonom serta gerak refleks setelah menerima stimulus dari luar (Panen, 2002: 2.6). Menurut Pavlov, respon terkondisi yang paling sederhana diperoleh melalui serangkaian penguatan, yaitu tindak lanjut/penguatan yang terus berkembang dari suatu stimulus terkondisi pada interval waktu tertentu. Pembentukan respon terkondisi pada umumnya bersifat bertahap atau gradual. Semakin banyak stimulus terkondisi yang diberikan bersama-sama stimulus tidak terkondisi, semakin kuatlah respon terkondisi yang terbentuk, sampai pada suatu ketika respon terkondisi yang terbentuk, sampai pada suatu ketika respon terkondisi akan muncul walaupun tanpa ada stimulus tak terkondisi (Panen, 2002: 2.6; Sudrajat: 2008).

Thorndike menyatakan dalam teori belajarnya menyatakan bahwa di dalam proses belajar, seorang individu (mahasiswa) akan melalui tahap “belajar coba-coba” atau trial and error. Teori ini mempunyai asumsi dasar bahwa belajar merupakan perubahan perilaku, khususnya perubahan kapasitas individu sebagai hasil belajar (Panen, 2002: 2.3).

Asumsi dasar tersebut diwujudkan Thorndike melalui teori connectionism-nya melaui tiga prinsip atau hukum utama belajar. Pertama, law of readiness (hukum kesiapan), yaitu bahwa belajar akan berhasil apabila mahasiswa yang belajar telah mempunyai kesiapan melalui perbuatan tersebut. Kedua, law of exercise (hukum latihan), yaitu bahwa belajar memerlukan banyak latihan. Ketiga, law of effect (hukum mengetahui hasil), yaitu bahwa mahasiswa akan bersemangat untuk belajar apabila ia mendapatkan hasil yang baik. Hasil tesebut dapat berupa umpan balik dari prestasi belajarnya (Ibrahim dan Syaodih, 1996: 17; Panen, 2002: 2.8; Sudrajat: 2008). Asumsi yang dikembangkan teori belajar behavioristik diterapkan melalui metode drill pada proses pembelajaran di kelas. Metode drill merupakan suatu metode yang menuntut mahasiswa untuk melakukan latihan secara terus menerus.

Di samping itu, berdasarkan tiga hukum belajar yang dikemukakan Thorndike, respon yang benar akan semakin banyak dimuculkan jika mahasiswa memperoleh latihan yang berulang-ulang (drill and practice). Dengan demikian, dalam setiap proses pembelajaran, latihan menjadi komponen utama yang harus dirancang dan dilaksanakan (Panen, 2002: 2.10).

Peran Media Pembelajaran dalam Proses Pembelajaran

Proses pembelajaran, menurut Suwardjono (2005: 700) pada hakikatnya merupakan proses komunikasi, yaitu pross penyampaian pesan dari sumber pesan melalui media kepada penerima pesan. Menurut Tilaar (2000: 265) proses pembelajaran mempunyai dua pengertian, pertama merupakan sarana dan cara bagaimana suatu generasi belajar. Kedua, yaitu bagaimana sarana belajar itu secara efektif digunakan. Media maupun sarana belajar merupakan komponen yang mengantarai proses komunikasi antara dosen dan mahasiswa sehingga proses komunikasi berjalan dengan efektif. Oleh karena itu, media pembelajaran juga harus disusun dan digunakan secara efektif.

Media pembelajaran berbeda dengan alat batu pembelajaran. Menurut Anderson (dalam Situmorang dkk, 2004: 7.6) alat bantu pembelajaran merupakan perlengkapan atau alat yang digunakan untuk membantu dosen dalam menjelaskan materi pelajaran, sedangkan media pembelajaran merupakan perantara yang memungkinkan terjadinya interaksi antara karya seorang pengembang mata pelajaran dengan mahasiswa atau sasaran. Media pembelajaran menurut Nurani (2003: 10.3) merupakan segala bentuk alat komunikasi yang dapat digunakan untuk menyampaikan informasi dari sumber belajar kepada peserta didik yang bertujuan merangsang mereka untuk mengikuti kegiatan pembelajaran.

Penggunaan media pembelajaran dalam proses pembelajaran mempunyai beberapa manfaat di antaranya:

  1. Memperlancar interaksi antara dosen dan mahasiswa.
  2. Proses perkuliahan menjadi lebih menarik, tidak menonton, dan interaktif.
  3. Jumlah waktu mengajar dapat dikurangi.
  4. Meningkatkan kualitas belajar siswa.
  5. Proses pembelajaran dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja.
  6. Menimbulkan sikap positif siswa terhadap proses pembelajaran (Situmorang, 2004: 7.7-7.8).

Metode Driil dalam Proses Pembelajaran Statistik

Mata kuliah Statistik merupakan mata kuliah yang mendukung keterampilan mahasiswa dalam mengolah dan menganalisis data yang berbentuk angka. Mata kuliah ini banyak menyaratkan mahasiswa melakukan kegiatan berhitung atau menerapkan rumus-rumus dalam statistik. Untuk memenuhi persyaratan tersebut, mahasiswa dituntut banyak melakukan latihan secara berkelompok maupun mandiri.

Metode drill merupakan suatu metode yang mengharuskan mahasiswa melakukan latihan soal secara berulang-ulang agar terhindar dari kesalahan. Metode drill memegang peranan penting dalam pembelajaran statistik serta merupakan alat utama yang mendukung keberhasilan tujuan mata kuliah ini. Tugas dosen dalam metode ini adalah menjelaskan konsep-konsep dasar dan hubungan antarkonsep tersebut dengan menarik, sehingga diperlukan media pembelajaran yang akan memudahkan mahasiswa memahami konsep-konsep tersebut (Saryanto, 2005: 761).

Akan tetapi, menurut Brownell, sebagaimana dikutip Saryanto (2005: 765), dalam pembelajaran berhitung, mahasiswa tidaklah cukup jika banyak diberi tekanan pada keterampilan menghitung dan dapat menyelesaikan soal. Perhatian khusus juga harus diberikan pada bagaimana nalar dan sikap mahasiswa dapat dibentuk dalam struktur kognitif. Dengan kata lain, sebelum dosen menuntut mahasiswa untuk menyelesaikan soal dengan baik dan benar, dosen terlebih dahulu harus memberikan penjelasan dan pemahaman yang baik dalam diri mahasiswa mengenai konsep-konsep yang mendasarinya.

Regeluth dan Meriil sebagaimana dikutip Suwardjono (2005: 706) menyebutkan beberapa indikator/kriteria yang dapat digunakan untuk menetapkan keefektifan pembelajaran matematika, yang menurut Penulis dapat direduksi dalam mata kuliah statistik, yaitu:

a)      Kecermatan penguasaan, yaitu perilaku yang dipelajari, juga sering disebut dengan tingkat kesalahan.

b)      Kecepatan unjuk kerja, yaitu jumlah waktu yang diperlukan dalam menyelesaikan soal tertentu.

c)      Tingkat alih belajar yaitu kemampuan siswa melakukan alih belajar dari apa yang telah dikuasainya ke hal lain yang serupa atau sejenis.

d)      Tingkat retensi yaitu tingkat kemampuan dalam menyelesaikan soal yang masih mampu ditampilkan setelah selang periode waktu tertentu.

PROSEDUR PTK

Waktu dan tempat pelaksanaan PTK

PTK ini dilaksanakan di ruang kuliah 1, Jurusan Sosiologi setiap hari Sabtu, Bulan Maret sampai Juni 2008 selama 13 kali pertemuan. Kuliah ini diikuti 88 mahasiswa.

Metode Pengembangan

Pada tahap perencanaan, tim teching menyusun GBPP, SAP dan skenario pembelajaran selama satu semester. Tim teaching juga mempersiapkan alat kelengkapan PTK, instrumen serta bahan atau literatur untuk menyusun diktat.

Metode pengembangan yang digunakan dalam PTK ini adalah memanfaatkan diktat yang didukung dengan metode drill. Pemanfaatan media pembelajaran dalam proses perkuliahan di kelas digunakan dalam upaya meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menguasai konsep-konsep dasar dalam statistik. Metode drill, lebih spesifik digunakan untuk meningkatkan frekuensi latihan bagi mahasiswa untuk menyelesaikan soal-soal statistik. Secara garis besar, pemanfaatan kedua metode tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:

Skenario pembelajaran adalah: tahap pertama, tim teaching melakukan proses pebelajaran menggunakan metode ceramah terlebih dahulu. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa akan materi yang akan disampaikan. Materi ceramah sudah tercantum dalam diktat yang juga didukung dengan slide power point. Prosesi selanjutnya adalah tim teching memberikan contoh soal dilanjutkan dengan latihan soal. Soal latihan juga sudah tercantum di dalam diktat.

Tahap refleksi dilakukan dengan mewawancarai beberapa mahasiswa mengenai proses pembelajaran yang sudah diterapkan. Wawancara juga menyangkut substansi serta bentuk fisik (tata kalimat, contoh soal, soal latihan serta ilustrasi) dalam diktat, apakah sudah dapat dipahami dengan baik oleh mahasiswa atau belum? Refleksi juga dilakukan terhadap alat bantu mengajar, yaitu slide power point serta metode ceramah yang digunakan, apakah bahasa lisan yang digunakan dosen dapat dimengerti dengan baik oleh mahasiswa atau belum? Tahap perbaikan dilaksanakan sesuai hasil refleksi.

Sampel penelitian

Sampel dalam PTK ini adalah mahasiswa Jurusan Sosiologi FISIP Unsoed yang mengambil mata kuliah Pengantar Statistik Sosial.

Teknik Pengumpulan Data

Lembar observasi

Lembar observasi berfungsi untuk mencatat jalannya proses pembelajaran.

Wawancara

Wawancara digunakan untuk memperoleh masukan atau umpan balik dari mahasiswa guna memperbaiki kualitas proses pembelajaran.

Tes Formatif dan Ujian

Tes formatif dan ujian berfungsi untuk mengetahui tingkat penguasaan materi mahasiswa pada materi kuliah.

Daftar nilai

Daftar nilai ini berfungsi untuk mengetahui fluktuasi tingkat penguasaan materi dalam setiap pertemuan.

Lembar Check list

Check list bermanfaat untuk mengidentifikasi berbagai situasi dan kondisi yang terjadi selama proses pembelajaran.

Angket

Angket berfungsi sebagai sarana bagi mahasiswa untuk memberikan umpan balik atas jalanya kuliah selama satu semester.

Teknik Analisis Data

Data kualitatif yang dikumpulkan adalah jenis-jenis kesalahan yang sering dilakukan mahasiwa dalam mengerjakan soal latihan, soal tes formatif dan soal ujian. Pada data ini, dilakukan inventarisasi pada bagian mana biasanya mahasiswa mengalami kesulitan atau melakukan kesalahan penghitungan pada saat mengerjakan tes.

Data kuantitatif yang dikumpulkan adalah nilai hasil tes formatif dan hasil ujian. Untuk mendapatkan data ini digunakan instrumen berupa tes yang hasilnya akan direkap dalam lembar rekapitulasi nilai akhir.

Indikator Keberhasilan PTK

Indikator yang digunakan untuk mengevaluasi keberhasilan PTK ini adalah:

  1. Rata-rata nilai tes formatif adalah >80.
  2. Rata-rata nilai ujian adalah >80.
  3. Nilai akhir semester: 80% mahasiswa memperoleh nilai A atau B, nilai minimal adalah C dan tidak ada mahasiswa yang memperoleh nilai D dan E.

Komponen Penilaian

  1. Tes Formatif 1              : 15%.
  2. Tes Formatif 2              : 15%.
  3. Tes Formatif 3              : 15%.
  4. Ujian Mid Semester      : 25%.
  5. Ujian Akhir Semester    : 30%.

HASIL IMPLEMENTASI DAN PEMBAHASAN

Perencanaan

Pada tahap perencanaan tim teaching mempersiapkan berbagai kelengkapan yang diperlukan  dalam PTK. Kelengkapan tersebut adalah GBPP, SAP, lembar observasi, diktat, soal latihan, soal tes serta slide power point.

Tindakan

Implementasi PTK dilaksanakan dalam 13 kali pertemuan. Secara garis besar, PTK dilaksanakan dengan skenario proses pembelajaran sebagai berikut: Kegiatan pertama adalah apersepsi. Kegiatan ini dilakukan selama kurang lebih 10-15 menit pertama. Pada kegiatan apersepsi ini, dosen juga menyampaikan kompetensi yang harus dicapai mahasiswa setelah mengikuti perkuliahan ini. Kegiatan kedua adalah kegiatan inti. Dosen menyampaikan materi perkuliahan yang dilanjutkan dengan kegiatan tanya jawab serta pemberian contoh soal. Kegiatan ini diupayakan berlangsung selama kurang lebih 50 menit agar kegiatan latihan soal bisa berlangsung lebih lama. Kegiatan ketiga adalah latihan soal. Mahasiswa mengerjakan soal yang ada di diktat. Kegiatan ini dilanjutkan dengan pembahasan soal secara bersama-sama. Waktu yang tersedia untuk melakukan latihan soal ini kurang lebih 60 menit.

Materi perkuliahan selama satu semester secara singkat ditampilkan dalam Tabel 1 berikut:

Tabel 1. Materi pembelajaran Pengantar Statistik Sosial

Pert POKOK BAHASAN SUBPOKOK BAHASAN
Konsep-konsep Dasar dalam Statistik Sosial (1) A. Pengertian Statistik dan Statistika Sosial

B.  Jenis-jenis Statistik

C.  Fungsi Statistik dalam kehidupan

D. Jenis-jenis Skala Pengukuran dan Perbedaanya

E.  Rasio, Proporsi, Persentase dan Rate

Konsep-konsep Dasar dalam Statistik Sosial (2)
  1. Pengertian Sampel dan Populasi

G.  Teknik Pengambilan Sampel

H. Pengertian Variabel

  1. Jenis-jenis Variabel
  2. Hubungan Antarvariabel

K. Pengertian dan Jenis Hipotesis

L.  Hubungan antara Jenis Hipotesis dan Skala Pengukuran.

Distribusi Frekuensi A. Pengertian Distribusi Frekuensi

B.  Penyusunan Tabel Distribusi Frekuensi Data Tunggal dan Berkelompok.

C.  Distribusi Frekuensi Relatif

D. Distribusi Frekuensi Kumulatif.

E.  Distribusi Frekuensi Relatif Kumulatif

Ukuran Pemusatan A. Pengertian dan Fungsi Ukuran Pemusatan

B.  Modus

C.  Median

D. Mean

Tes Formatif 1
Ukuran Penyebaran A. Pengertian dan Fungsi Ukuran Penyebaran

B.  Range

C.  Standar Deviasi

D. Varians

E.  Hubungan Ukuran Pemusatan dan Ukuran Penyebaran

Ujian Tengah Semester
VII. Ukuran Penempatan A.  Pengertian dan Fungsi Ukuran Penempatan

B.  Kuartil

C.  Desil

D.  Presentil

Tabel Silang A. Pengertian Tabel Silang

B.  Fungsi Tabel Silang

C.  Tabel Silang Bivariat dan Multivariat

D. Penyusunan Tabel Silang

E.  Menghitung Persentase Data dari Tabel Silang

  1. Interpretasi Data melalui Tabel Silang
Tes Formatif 2
Chi Kuadrat A. Pengertian Chi Kuadrat

B.  Fungsi Chi Kuadrat

C.  Penghitungan Chi Kuadrat

D. Interpretasi Hasil Chi Kuadrat

T-Student A. Pengertian T Student

B.  Fungsi T Student

C.  Penghitungan T Student

D. Interpretasi Hasil T Student

Anova (Analysis Of Varians) A. Pengertian Anova

B.  Fungsi Anova

C.  Penghitungan Anova

D. Interpretasi Hasil Anova

XIII. Tes Formatif 3
Ujian Akhir Semester

Secara keseluruhan, kegiatan PTK dapat dilaksanakan dengan baik. Selama proses pembelajaran, mahasiswa cukup antusias dalam mengikuti perkuliahan. Hal ini ditunjukkan dengan beberapa mahasiswa yang menyempatkan diri untuk bertanya di luar jam kuliah. Saat kegiatan latihan soal, mahasiswa juga terlihat aktif untuk ikut mengerjakan, meskipun ia tidak ditunjuk untuk mengerjakan soal di depan kelas. Antusiasme juga terlihat dari kesiapan mahasiswa dalam mengerjakan soal, bahkan beberapa di antaranya sampai berebut untuk mendapat giliran mengerjakan soal di depan kelas.

Beberapa kesalahan yang sering dilakukan mahasiswa ketika mengerjakan soal Tes Formatif dan soal ujian di antaranya adalah, pertama, kesalahan dalam memahami simbol-simbol yang ada di dalam rumus. Kedua, kesalahan dalam memberikan interpretasi hasil uji statistik serta mengambil kesimpulan.

Refleksi

Tahap refleksi dilakukan dengan mewawancarai beberapa mahasiswa. Wawancara ini dilakukan setelah proses pembelajaran dilaksanakan selama setengah semester (setelah pertemuan VI). Mahasiswa yang diikutkan dalam proses wawancara, dipilih berdasarkan hasil Tes Formatif 1, yaitu mahasiswa yang mendapat nilai tinggi dan rendah. Materi wawancara meliputi pendapat mahasiswa seputar proses pembelajaran yang sudah mereka laksanakan, termasuk pendapat mereka mengenai media pembelajaran yang digunakan.

Hasil wawancara memberikan informasi sebagai berikut:

  1. Pada dasarnya, metode pembelajaran dinilai sudah cukup baik, namun contoh soal perlu ditambah.
  2. Diktat sudah cukup membantu mahasiswa, terutama membantu mahasiswa untuk dapat belajar mandiri.
  3. Slide power point, menurut mahasiswa sudah baik karena mereka sudah dapat belajar dari diktat.
  4. Mahasiswa menghendaki agar sesi latihan soal ditambah.

Beberapa masukan tersebut merupakan dasar bagi tim teaching untuk memperbaiki proses pembelajaran selanjutnya. Namun, mengingat waktu yang terbatas (150 menit), maka sesi latihan soal tidak dapat ditambah, dalam satu pertemuan hanya cukup untuk membahas dua sampai tiga soal latihan. Sebagai gantinya, tim teaching memberikan tugas mandiri yang harus dikerjakan mahasiswa.

Analisis

Kegiatan PTK selama satu semester menunjukkan hasil sebagai berikut:

Tabel 2. Rekapitulasi perolehan nilai setiap komponen

Komponen Min Maks Rata-rata Median Modus
Tes Formatif 1 56 99 86,37 87 86
Tes Formatif 2 40 99 81,27 84 80
Tes Formatif 3 50 100 82,28 85 90
UTS 19 100 79,89 91 100
UAS 27,5 99 72,26 74 64,5
Nilai Akhir 10 99,4 74,99 79,5 68,85

Sumber: Rekapitulasi nilai akhir Pengantar Statistik Sosial, 2008

Tabel 2 menunjukkan bahwa secara umum, proses PTK telah menunjukkan hasil yang maksimal sesuai dengan indikator keberhasilan PTK. Akan tetapi, pada komponen nilai UTS dan UAS tidak memenuhi standar nilai yang diinginkan, yaitu nilai rata-rata >80. Di sisi yang lain, nilai median dan modus cukup menunjukkan hasil yang cukup baik, kecuali pada komponen UAS. Nilai median dan modus untuk Tes Formatif dan UTS menunjukkan nilai >80. Nilai modus untuk UTS adalah 100 dan nilai median adalah 91 yang berarti 50% mahasiswa memperoleh nilai di atas atau sama dengan 91. Komponen UAS memang tidak menunjukkan indikator keberhasilan PTK. Hal ini dikarenakan berdasarkan wawancara dengan beberapa mahasiswa, mereka menganggap soal yang diberikan tidak cukup dikerjakan dalam waktu 90 menit. Dengan kata lain, waktu yang disediakan untuk mengerjakan soal UAS tidak mencukupi.

Hasil rekapitulasi nilai akhir dalam PTK ini, apabila dibandingkan dengan hasil rekapitulasi nilai akhir pada tahun sebelumnya menunjukkan hasil sebagai berikut:

Tabel 3. Perbandingan perolehan nilai akhir tahun 2007 dan 2008

Ukuran Tahun 2007 Tahun 2008 % Perubahan
Nilai Minimal 26,7 10 -62,55
Nilai Maksimal 94 99,4 5,7
Nilai Rata-rata 70,07 74,99 7,02
Nilai Median 72,5 79,5 9,67
Nilai Modus 70 68,85 -1,64

Sumber: Daftar nilai akhir 2007 dan 2008 yang telah diolah.

Tabel 3 menunjukkan bahwa secara umum perolehan nlai akhir pada beberapa komponen mengalami kenaikan. Persentase kenaikan yang cukup besar ada pada nilai median sebesar 9,67% dan nilai rata-rata sebesar 7,02.

Konversi nilai angka ke nilai huruf yang sudah dibandingkan dengan hasil tahun 2007 diperoleh hasil sebagai berikut:

Tabel 4. Perolehan nilai akhir Pengantar Statistik Sosial

Nilai Tahun 2007 (%) Tahun 2008 (%) % Perubahan
A 23,25 48,3 107,7
B 69,77 32,6 -54,13
C 2,3 6,7 19,13
D 1,16 5,6 38,28
E 3,49 6,7 80,22

Sumber: Daftar nilai akhir 2007 dan 2008 yang telah diolah, 2008

Tabel 4 menunjukkan bahwa bila dibandingkan dengan hasil proses pembelajaran tahun 2007, persentase nilai A mengalami kenaikan dari 23,25% menjadi 48,3%. (naik 107,7%). Jumlah nilai B mengalami penurunan sebesar 54,13%, akan tetapi jumlah nilai C, D dan E mengalami kenaikan. Tabel 4 memberikan data bahwa secara umum PTK ini telah berhasil meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mengerjakan soal-soal statistik sosial. Keberhasilan ini juga ditunjukkan dengan indikator >80% mahasiswa memperoleh nilai A atau B. Hasil analisis dari rekapitulasi nilai akhir menunjukkan bahwa tingginya jumlah mahasiswa yang memperolah nilai C, D dan E lebih banyak disebabkan mahasiswa yang bersangkutan tidak mengikuti salah satu atau beberapa kali Tes Formatif, meskipun tim teaching sudah memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengikuti Tes Formatif susulan. Sebagian kecil di antara mereka memang memperoleh nilai yang rendah. Dengan kata lain, mahasiswa yang memperoleh nilai C, D dan E, adalah mahasiswa yang tidak memenuhi semua komponen penilaian.

Hasil evaluasi bersama mahasiswa memberikan informasi bahwa mahasiswa pada umumnya lebih mudah memahami materi kuliah dengan membaca diktat yang disusun tim teaching. Informasi ini juga memberikan indikator bahwa diktat memiliki peran yang cukup penting dalam proses pembelajaran Pengantar Statistik Sosial.

Keberlanjutan

Tim teaching tetap akan melanjutkan metode drill ini dalam proses perkuliahan selanjutnya. Rencana ini dapat terwujud, mengingat program ini tidak banyak memerlukan biaya operasional.

Kekuatan utama yang dimiliki tim teaching adalah tim teaching sudah menyusun Diktat Kuliah Pengantar Statistik Sosial. Langkah ini akan mempermudah tim teaching dalam proses pembelajaran. Sumber belajar juga selalu dikembangkan, agar mahasiswa akan lebih mudah mengakses materi kuliah serta dapat mengembangkannya secara mandiri, sehingga mahasiswa tidak selalu tergantung pada peran dosen. Metode latihan (drill) juga tetap menjadi metode utama, mengingat dengan metode ini mahasiswa diharapkan lebih menguasai materi secara individual. Metode ceramah yang banyak dilakukan dosen, sering membuat mahasiswa merasa jenuh karena peran mereka lebih pasif. Interaksi antarmahasiswa dalam metode ceramah tidak terwujud, sehingga transfer informasi hanya terjadi satu arah, atau dua arah apabila metode ceramah diselingi dengan proses tanya jawab.

SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan

Pemanfaatan diktat sebagai media pembelajaran dalam mata kuliah Pengantar Statistik Sosial efektif untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menguasai konsep-konsep dasar dalam Statistik serta efektif untuk membantu mahasiswa dalam menyelesaikan soal-soal statistik yang sangat bermanfaat dalam melakukan penelitian dengan metode kuantitatif.

Saran

Penyusunan diktat sebaiknya diupayakan agar mahasiswa dapat belajar secara mandiri, sehingga diktat perlu disusun dengan bahasa yang sangat mudah dipahami mahasiswa. Untuk selanjutnya, diktat perlu dikembangkan menjadi modul. Pemberian soal-soal latihan dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai langkah-langkah pengerjaan soal statistik, namun dosen harus memaksimalkan proses pembimbingan selama latihan.

Pustaka Acuan

Hadi, Sutrisno. 2004. Statistik Jilid 1. Andi Offset, Yogyakarta

Ibrahim dan Nana Syaodih. 1996, Perencanaan Pengajaran, Rineka Cipta dan Depdikbud, Jakarta

Nurani, Yuliani, dkk. 2003, BMP Strategi Pembelajaran, Universitas Terbuka, Jakarta

Panen, Paulina, dkk. 2003, BMP Belajar dan Pembelajaran I, Universitas Terbuka, Jakarta

Saryanto. 2005. ”Perspektif Metode Drill dan Metode Bermakna dalam Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar”, dalam Jurnal Tekeldikdas Volume 6 Nomor 1 Juli 2005. FKIP Universitas Terbuka UPBJJ Purwokerto

Situmorang, Robinson dkk. 2004. Desain Pembelajaran. Universitas Terbuka, Jakarta

Sudrajat, Akhmad. 2008. Teori-teori Belajar. Situs: http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/02/02/teori-teori-belajar/, diakses tanggal 6 Februari 2008

Suwardjono. 2005. “Penggunaan Media dalam Penanaman Konsep Matematika Secara Efektif Akan Meningkatkan Prestasi Belajar”, dalam Jurnal Tekeldikdas Volume 6 Nomor 1 Juli 2005. FKIP Universitas Terbuka UPBJJ Purwokerto

Tilaar, H.A.R. 2000. ”Pendidikan Abad XXI: Menunjang Knowledge Based Economy” dalam Analisis CSIS Tahun XXIV/2000 Nomor 2. CSIS, Jakarta

Posted in Penelitian

Leave a Comment

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.