Nanang Martono

learning, sharing …

Awas! penipuan berkedok sewa apartemen

January 18th, 2014 by Nanang Martono

Bagi penduduk di setiap negara, terutama negara maju, keberadaan apartemen merupakan kebutuhan yang sangat penting. Tak khayal, ratusan penduduk harus mengantri untuk mendapatkan apartemen yang sesuai dengan kemampuan finansial. Dan bagi keluarga, tipe apartemen harus sesuai dengan jumlah anggota keluarga.

Sebagai WNI yang sedang belajar di Kota Lyon (500 km selatan Paris), saya merasakan betul betapa susahnya mencari sebuah apartemen untuk keluarga di Lyon (dan tentu saja di kota-kota lain di Prancis), terutama untuk apartemen publik. Saya berencana membawa keluarga ke kota Lyon, untuk itu, saya harus mencari apartemen keluarga. Karena saya memiliki seorang anak, maka saya mencari apartemen tipe T3 (untuk 3 orang).

Apartemen publik memang lebih murah daripada apartemen prive atau swasta. Saya harus mengantri untuk mendapatkan apartemen publik. Meskipun mencari apartemen prive relatif lebih mudah, akan tetapi, juga tidak mudah untuk memutuskan untuk tinggal di sebuah apartemen. Kita harus ‘meneliti’ bagaimana akses transport publiknya, apakah dekat dengan sekolah (kalau kita punya anak), dekat dengan pusat perbelanjaan, ada lift atau tidak, dan sebagainya. Pokoknya, kita berusaha agar apartemen yang kita pilih memudahkan kita sebagai warga asing yang tinggal di negara lain.

Ketika mencari apartemen publik harus menunggu sangat lama (mengantri), maka pilihan sekanjutnya adalah mencari apartemen swasta. Saya berusaha mencari penawaran apartemen keluarga melalui situs www.leboncoin.fr (semacam www.tokobagus.com di Indonesia). Situs ini berisi berbagai informasi penawaran berbagai barang bekas maupun baru, termasuk apartemen dan rumah. Saya pun memanfaatkan situs ini.

Di leboncoin, ada dua bentuk penawaran apartemen, yaitu ‘particuliers’ dan ‘professioneles’. Yang pertama adalah penawaran individual, yaitu dari pemilik apartemen langsung. Yang kedua, adalah melalui agen swasta. Untuk yang kedua ini, pemohon apartemen akan dikenai ongkos jasa agen ketika kita berminat menempati sebuah apartemen yang mereka tawarkan (dalam hal ini, agen berfungsi semacam biro jasa alias calo resmi). Karena ada biaya jasa ini, maka harga yang ditawarkan melalui agen relatif lebih mahal.

Akan tetapi, di sisi lain, penawaran melalui agen ini cenderung lebih aman daripada penawaran individual. Apartemen yang ditawarkan secara individual berisiko mengandung penipuan. Penipuan berkedok penawaran apartemen bukanlah hal baru di Prancis. Mereka memanfaatkan teknologi canggih untuk menjalankan aksinya. Bagaimana modus penipuan ini? Berikut saya ceritakan pengalaman pribadi saya yang hampir menjadi korban penipuan berkedok penawaran apartemen ini.

Saya berencana membawa keluarga ke Prancis. Saya sudah mengajukan permohonan apartemen publik, namun karena lama tidak ada kabar, maka saya memutuskan mencari apartemen swasta. Suatu hari, saya mencari apartemen yang relatif agak murah. Dan saya pun akhirnya menemukan apartemen murah tersebut lewat leboncoin. Saya sebenarnya agak curiga, karena harga tersebut tidak rasional bila dilihat dari lokasi dan kondisi apartemen yang ditawarkan. Dalam penawaran, Mr. X mengunggah foto-foto apartemen yang sangat bagus. Tapi, kemudian, saya coba untuk menghubungi si pemilik melalui alamat email yang disediakan.

Keesokan harinya, Mr. X merespon email saya. Intinya dia mengucapkan terima kasih atas ketertarikan kita. Di email pertamanya tersebut, dia meminta identitas kita (nama, alamat, nomor telepon, mau kontrak berapa lama, dan meminta dokumen yang diperlukan) dan memberikan informasi selengkap mungkin mengenai kondisi apartemen tersebut, serta alasan mengapa apartemen tersebut disewakan dengan harga murah (biasanya alasannya adalah si pemilik akan pindah apartemen, tapi dia tidak ingin apartemen yang dia tinggalkan tersebut kosong). Bahkan Mr X juga sempat memberikan alamat apartemen tersebut. Tidak lupa, untuk menguatkan ketertarikan, Mr X juga mengirimkan foto-foto apartemen yang juga sangat lengkap.

Saya pun membalas email tersebut dan meminta janjian untuk melihat apartemen tersebut sebelum saya memutuskan untuk menyewa apartemen tersebut. Email kedua dari Mr X pun dikirim.

Dalam email keduanya ini, dia meminta kita untuk mengirimkan uang dengan jumlah tertentu terlebih dahulu (biasanya minimal 1x biaya sewa per bulan). Modusnya adalah, Mr X meminta kita mengirim uang lewat kantor pos (bukan bank, sekali lagi, bukan bank) sesegara mungkin. Fasilitas yang digunakan adalah menggunakan ‘mandat cash’ atau ‘depot postal’. Mandat cash adalah sistem pengiriman uang melalui kantor pos (tanpa membuka rekening bank), dan berkode. Artinya, untuk dapat mengambil uang tersebut, si penerima harus mengetahui nomor kode yang diberikan kantor pos kepada si pengirim.

Mr X menggunakan memilih mandat cash untuk menutupi kedok penipuannya. Alasannya, dia meyakinkan bahwa dengan mengirim lewat mandat cash, uang kita tetap aman. Sehingga Mr X meninta kita agar kita tidak memberitahu nomor kode dari pos tersebut. Dengan kata lain, mandat cash diposisikan sebagai ‘uang jaminan yang dititipkan di pos’.

Modusnya adalah, bila setelah melihat apartemen saya berminat dengan dengan apartemen tersebut, lalu saya menyiapkan dokumen yang dibutuhkan, Mr X akan menyiapkan surat kontrak penyewaan, lalu saya tanda tangan. Kemudian, Mr X menyerahkan kunci apartemen, dan saya memberikan nomor kode mandat cash. Memang, modusnya cukup masuk akal. Dia meyakinkan saya bahwa uangnya saya aman di kantor pos, selama Mr X tidak tahu nomor kodenya. Dan sebaliknya, bila saya ternyata tidak berminat dengan apartemennya, uang saya di kantor pos dapat ditarik kembali.

Saya pun heran, karena mengapa harus menggunakan mandat cash? Apa bedanya dengan uang cash? Sebelumnya saya juga telah menawarkan untuk membayar dengan uang cash, tapi dia tetap menolak. Saya kemudian ‘berkonsultasi’ dengan beberapa mukimin (penduduk muslim di Lyon yang menikah dengan orang Indonesia). Lalu, salah satu di antara mereka mengontak Mr X via telepon (saya tidak berani mengontak karena keterbatasan bahasa prancis saya). Dan Mr X juga berusaha meyakinkan mukimin tersebut. Akhirnya, saya disarankan untuk memberikan mandat cash, tapi jangan memberika nomor kodenya.

Dua hari berikutnya, saya ke kantor pos bersama teman saya (yang fasih bahasa Prancis-nya). Saya mengisi formulir, dan setelah nomor antrian dipanggail, saya datang menuju kasir. Sebelumnya, teman saya bertanya pada Mrs pos, ‘apakah mandat cash bisa dibatalkan?’. Mrs Pos lalu bertanya, ‘mengapa dibatalkan?’. Teman saya pun bilang yang intinya uang tersebut akan digunakan untuk jaminan penyewaan apartemen.

Seketika, Mrs Pos bilang, ‘ini penipuan!’. Prosedur menyewa apartemen bukan seperti ini. Uang harus diberikan setelah ada kontrak. Dan dia bilang 15 hari yang lalu juga ada kasus serupa, dan seseorang telah kehilangan uangnya yang dia kirim melalui mandat cash dengan motif yang sama (untuk jaminan sewa apartemen). Meskipun Mr X tidak tahu nomor kodenya, namun dia bisa ‘menjebol’ nomor kode mandat cash tersebut melalui berbagai cara. (dalam hati, canggih juga nih modusnya, lebih canggih daripada pencurian PIN ATM).

Saya pun mendapatkan pencerahan, dan semakin yakin bahwa ini adalah penipuan. Untung Mrs Pos baik hati, menjelaskan panjang lebar dan mencegah saya untuk mengirim mandat cash.

Menurut saya, ada dua kemungkinan cara Mr X membobol nomor kode. Mereka menggunakan teknologi tertentu, atau mereka berkolaborasi dengan oknum pegawai pos.

Inilah sedikit pengalaman saya. Dan untuk meyakinkan pembaca, berikut saya kutipkan email dari Mr X yang masih tersimpan di inbox email saya:

—————————-

Je vous en remercie pour le vif intérêt que vous portez à notre appartement et je vous confirme qu’âpres lecture de votre dossier nous sommes d’accord que vous soyez notre nouveau locataire car j’avoue que votre profil nous plait énormément mais par contre nous aimerions vous dit que nous sommes disponible pour vous faire la visite ce SAMEDI 18 JANVIER à 18 Heures dans la Rue Paul Verlaine, 69100 Villeurbanne. Comme précédemment expliqué je ne veux pas la laisser inoccupée raison pour laquelle elle a été mise en location donc la durée du bail sera celle qui vous conviendrait et peut même dépasser 5 ans. Le jour de la visite je serai en possession du titre de propriété et du contrat de bail que vous allez signé si notre appartement vous convient.

Lors de la visite et signature du contrat de bail vous devriez fournir comme documents :

– Une copie de votre pièce d’identité (carte d’identité ou passeport en court de validité)

– 3 dernières quittances de loyer de votre précédente location (si vous étiez en location)

– 3 dernières bulletins de salaire (si vous êtes salarié )

– Dépôt de Garantie : 530 euros (1 mois de caution)

VOILA LA DERNIÈRE DÉMARCHE OBLIGATOIRE A SUIVRE POUR QUE LA VISITE SE PASSE COMME PRÉVUE !

Pour que la visite se passe le SAMEDI comme prévue , une dernière formalité obligatoire reste à remplir pour nous garantie que vous êtes réellement intéressé et que vous êtes prêt financièrement pour la location de notre appartement car la semaine dernière nous nous somme déjà fait déplacer pour rien par une dame mais ce dernière n’étais pas au rendez-vous et une autre dame et elle n’étais pas prêt financièrement pour la location vu qu’elle est fortement intéressé par notre appartement donc nous voulons pas que cela reprenne. Dès l’instant vous préparez tous vos dossier et pour ce qui est du dépôt de garantie d’un mois de caution (530€) qui est remboursable une fois que vous serez disponible à quittez notre appartement et qui permettra la remise des clés et la signature du contrat de bail se fera uniquement par un reçu de dépôt postal que vous allez ramené a la visite ainsi que tous vos dossier .

I- QU’EST CE QU’UN DÉPÔT POSTAL !

Le DÉPÔT POSTAL n’est pas un paiement sans avoir visité le logement NON , mais un dépôt de fonds auprès de la poste dans le seul but de  remettre à quelqu’un , c’est une méthode fiable de paiement de part sa rapidité, sa sécurité et sa confidentialité , il vous permet d’éviter de vous déplacer avec des chèques de banque ou du liquide et d’éviter également tous les problèmes qui y sont relatifs (Pertes, vol, chèques sans provisions ).

II- COMMENT SE FAIT UN DÉPÔT POSTAL !

POUR EFFECTUER UN DÉPÔT POSTAL ! Il faut simplement vous rendre dans un bureau de Poste la plus proche de chez vous muni d’une pièce d’identité et aussi de mes coordonnée que je vais vous transmettre dans mon prochain message et vous demandez a effectuer un dépôt postal de 1 mois de caution (530 €).

APRES CETTE OPÉRATION ! la postiere vous remettra un reçu original comportant des CODES CONFIDENTIEL Indispensable aux retrait des fonds déposé que vous auriez à garder jalousement avec vous et c’est seulement après la visite et la signature du contrat de bail faisant de vous le nouveau locataire si notre appartement vous convient que vous allez nous remette le reçu original du dépôt postal avec les CODES CONFIDENTIEL afin que nous puissions passer a la poste retirez les fonds déposé . Dans le cas contraire si notre appartement ne vous intéresse pas , vous pourrez vous retournée a la poste pour annuler le dépôt postal et vous faire remboursé vos fonds grâce au reçu original du dépôt postal.

NOTEZ BIEN QUE L’ECHANGE ” Reçu original du dépôt postal contre clés de l’appartement ” n’aura lieu que si vous êtes satisfait par la visite au cas contraire si l’appartement ne vous convient pas vous pourrez vous retournée a la poste pour annuler le dépôt postal et vous faire remboursé vos fonds grâce au reçu original du dépôt postal. Ce sont là en quelque sorte une garantie de ma part et une réservation pour la vôtre et ce qui me permettra de me rassurer de votre bonne foi .

A LA FIN DE LA VISITE ! si notre appartement vous convient , j’établirai un contrat de bail selon votre durée de bail (6 mois , 1 an ou plus) et je vous remettrai les clés en plus du contrat que vous allez signer ensuite vous me remettez le reçu original du dépôt postal .La visite peut se faire le SAMEDI et ceci lorsque vous m’aurez confirmé que vous disposez du reçu du dépôt postal

Si mes démarches vous convient , j’attends votre accord afin que je puisse vous envoyez mes coordonnées sur lesquelles vous allez préparez le dépôt postal que vous allez ramenée a la visite ainsi que tous vos dossier complet.

Je suis joignable au 07**22**50 ou envoyez moi un sms je vous rappel.

Merci veuillez recevoir nos salutations les plus distinguées.

Mr et Mme JA***ER

Envoyé de mon iPhone

—————————-

Agar lebih berhati-hati, berikut ini adalah prosedur yang lazim (dan benar) dilakukan ketika akan dilakukan transaksi sewa menyewa apartemen:

  • Calon penyewa menghubungi pemilik apartemen (perseorangan atau agen).
  • Pemilik apartemen mempersilakan calon penyewa untuk melihat apartemennya terlebih dahulu. Untuk perseorangan, biasanya dia akan menawarkan waktu kunjungan ke apartemen, sedangkan untuk agen, mereka akan memberikan kunci apartemen (kartu identitas kita ditinggal di agen untuk jaminan). Kita dipersilakan melihat apartemen sendiri dengan kunci dan nomor kode masuk yang telah diberikan agen.
  • Ketika kita berminat, kita diminta melengkapi dokumen, seperti: foto kopi kartu identitas, surat keterangan penghasilan atau beasiswa, rekening bank, dll.
  • Ketika semuanya lengkap, pemilik akan menyaiapkan surat kontrak sewa menyewa, lalu kita tanda tangani.
  • Barulah kita memberikan uang (bisa dengan tunai atau penarikan uang di rekening secara otomatis).

Jadi, intinya, tidak ada uang sebelum kontrak ditandatangani.

Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat.

Posted in Ragam