Nanang Martono

learning, sharing …

Asal Mula Toga dan Topi Wisuda

December 26th, 2013 by Nanang Martono

Wisuda selalu menjadi momentum spesial bagi kamu yang menempuh kuliah. Meski seremonial, segala atribut yang berkaitan dengan itu pasti berkesan sakral, salah satunya toga. Baju longgar berwarna hitam itu mirip baju kebanggaan. Padahal, baju bernuansa akademis itu itu nggak modis, kan?

toga-hi

Rupanya, meski aneh, baju toga mempunyai cerita sejarah yang panjang, lo. Berasal dari kata ”tego”  dari bahasa Latin, pakaian satu ini dekat dengan masyarakat Romawi. Awalnya, toga adalah sejenis jubah yang dikenakan oleh pribumi Italia sejak 1200 SM. Kala itu, bentuknya berupa kain sepanjang enam meter yang dililitkan ke tubuh. Hm, walau nggak praktis, toga adalah satu-satu­nya pakaian yang dianggap pantas mereka kenakan di luar ruangan.

Setelah digunakan oleh bangsa Romawi, toga menjadi berupa sehelai mantel wol tebal. Busana ini ditanggalkan jika pemakainya berada di dalam ruangan. Tapi, kelamaan, penggunaan toga sebagai busana sehari-hari semakin ditinggalkan masyarakat. Bentuk toga dimodifikasi menjadi sejenis jubah dan malah menjadi pakaian resmi seremonial, salah satunya acara wisuda.

Nah, soal mengapa topi wisuda berbentuk bujur sangkar, juga ada ceritanya, lo. Di negara Barat, kostum kelulusan disebut gown dan topinya disebut mortarboard. Banyak yang bilang, mortarboard merupakan pengembangan dari biretta, topi para pendeta Katolik Roma. Dahulu di Romawi, topi biretta adalah ciri bagi kalangan pelajar, akademik, seniman, dan kaum humanis.

Tahun 1950, mortarboard dipatenkan oleh penemunya dari Amerika Serikat, Edward O Reilly dan Joseph Durham. Sejak pengesahannya, model mortarboard alias topi wisuda adalah seperti yang kita lihat sekarang ini.

Sumber: http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2013/12/22/247062/Tentang-Toga-dan-Topi-Wisuda

Posted in Ragam